Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Banyuwangi dalam kegiatan berbagi ilmu untuk meningkatkan literasi sejarah lokal dan kemampuan penulisan karya tulis ilmiah. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam mengembangkan kualitas pembelajaran sejarah sekaligus memperkuat pemahaman terhadap kekayaan sejarah dan budaya lokal Banyuwangi.

Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk menggali berbagai sumber sejarah lokal, mengidentifikasi potensi sejarah di lingkungan sekitar, serta mengembangkan informasi kesejarahan menjadi bahan pembelajaran yang menarik dan bermakna. Selain itu, pembahasan mengenai penulisan karya tulis ilmiah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyusun tulisan yang sistematis, berbasis sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, serta sesuai dengan kaidah akademik. Upaya ini diharapkan dapat memperkaya bahan ajar dan mendorong lahirnya karya ilmiah yang mengangkat identitas serta kearifan lokal Banyuwangi.

Kolaborasi antara Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UNIBA dan MGMP Sejarah Banyuwangi memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik pembelajaran di sekolah. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara dosen dan guru diharapkan mampu menghadirkan inovasi pembelajaran sejarah yang kontekstual, kritis, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Penguatan literasi sejarah lokal juga menjadi langkah penting dalam menumbuhkan kesadaran sejarah, kecintaan terhadap budaya daerah, serta penghargaan terhadap warisan masa lalu.

Melalui kegiatan berbagi ilmu ini, FKIP UNIBA berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan para pendidik dan pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Sinergi dengan MGMP Sejarah Banyuwangi diharapkan dapat berlanjut melalui kegiatan pengembangan kompetensi guru, penelitian sejarah lokal, publikasi ilmiah, dan pengembangan sumber belajar berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, sejarah lokal tidak hanya menjadi pengetahuan tentang masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran untuk membangun karakter, memperkuat identitas budaya, dan menyiapkan generasi yang kritis serta berwawasan kebangsaan.